Orang-tua jangan sampai sekian mudah menyampaikan seseorang anak demam atau bukan hanya dengan tempelkan punggung tangannya di dahi anak. Cara itu jelas tidak akurat karena begitu dipengaruhi oleh kepek4an dan suhu tubuh orang-tua sendiri.
Termometer air r4ksa diakui yaitu langkah yang paling cocok untuk mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh semakin lebih akurat apabila termo
meter itu diletakkan di rongga mulut atau rektum/4nus di banding ketiak.
Waktu hadapi si kecil yang tengah kej4ng demam, sebisa-bisanya cobalah berlaku tenang. Sikap kuatir hanya akan buat kita tidak mengerti harus berbuat apa yang mungkin saja akan buat penderitaan anak lebih kronis.
Jangan sampai pakai alk0h0l atau air dingin untuk turunkan suhu tubuh anak yang tengah demam. Pemakaian alk0h0l begitu berpeluang menyebabkan irit4si pada mata dan int0ksik4si/ker4cunan.
Lebih aman pakai kompres air umum yang diletakkan di dahi, ketiak, dan lipatan paha. Kompres ini mempunyai maksud turunkan suhu di permukaan tubuh. Turunnya suhu ini diinginkan berjalan karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Penurunan suhu yang menc0lok jadi tdk dianjurkan.
Janganlah coba berikan aspirin atau jenis obat yang lain yang memiliki k4ndungan s4lisilat karena diduga bisa menyebabkan sindroma Reye, semacam penyakit yang termasuk langka dan merubah kerja l3ver, dar4h, dan otak.
Setelah anak benar-benar sadar, bujuklah ia untuk banyak minum dan konsumsi makanan berkuah atau buah-buahan yang kaya air. Dapat berupa juice, su`su, teh, dan minuman yang lain. Dengan hal itu, cairan tubuh yang menguap akibat suhu tinggi dapat cepat tergantikan.
Janganlah selimuti si kecil dengan selimut tipis. Selimut dan pakaian tebal serta tertutup jadi akan tingkatkan suhu tubuh dan menghambat penguapan. Pakaian ket4t atau yang mengikat demikian kenc4ng sebaiknya ditanggalkan saja.
YANG BISA DILAKUKAN ORANG TUA
Selekasnya berikanlah obat penurun panas demikian suhu tubuh anak lewat angka 37, 5 C.
Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama juga dengan suhu tubuh si kecil). Jangan sampai kompres dengan air dingin, karena bisa menyebabkan “k0rsleting”/bentrokan ku4t di otak pada suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi.
Supaya si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda ker4s atau taj4m yang ada dekat anak. . Tidak perlu menahan mulut si kecil supaya tetaplah terbuka dengan mengg4njal/mengg!gitkan satu hal diantara giginya. .
Miringkan posisi tubuh si kecil supaya pasien tidak menelan cairan munt4hnya sendiri yang dapat mengganggu pernafasannya. Jangan pernah berikan minuman/makanan segera setelah berhenti kej4ng karena cuma akan berpeluang buat anak tersed4k.

