Dengan keinginan sendiri dia melengkapi diri dengan bacaan bermanfaat, les, kursus di sela waktu luangnya, ikut terlibat dalam aktivitas sosial, kegiatan kepemudaan, remaja mesjid atau klub-klub olahraga yang
bermanfaat.
6. Mampu mengingatkan orangtuanya.
Sejatinya orangtualah yang harus mengingatkan anak agar senantiasa berada di jalan yang benar.
Namun orangtua juga manusia biasa yang penuh kelemahan dan kesalahan.
Anak yang baik akan mengingatkan orangtuanya bila cenderung melakukan dosa / maksiat dengan cara yang ma'ruf.
Hal itu dilakukan semata-mata sebab rasa cintanya pada mereka dan tak ingin mereka terus-menerus melakukan maksiat dan jadi penghuni neraka nantinya.
7. Senantiasa minta doa dan restunya.
Apapun yang hendak dilakukannya, sejak dari kecil bahkan setelah dewasa, sukses dan sudah berkeluarga kebiasaan meminta doa restu orangtuanya tidak pernah dilupakannya.
Sebab dia paham restu orangtua adalah merupakan tiket untuk mempercepat dan memudahkan rezekinya.
Senantiasa melibatkan orangtua dalam setiap keputusan penting yang akan dibuatnya.
Sebelum ujian, hendak mendaftar ke sekolah yang lebih tinggi, memilih calon pendamping, hendak menikah, hendak memulai usaha dan sebagainya.
8. Tak pernah lupa mendoakan orangtuanya.
Anak yang shaleh/shaleha tidak pernah lupa menyertakan orangtuanya dalam setiap doa-doanya.
Dia ingin Allah menjaga, mengasihi, memberi kekuatan, kesehatan pada mereka seperti halnya yang dilakukan orangtuanya saat dirinya kecil.
Dia memohon agar Allah menjaga hatinya untuk tetap senantiasa berbuat baik pada keduanya.
9. Selalu menceriakan hati orangtuanya.
Anak-anak ialah rezeki dan keceriaan hati orangtuanya. Anak yang senantiasa menyenangkan dan menceriakan hati orangtua, selalu membuat bangga orang tua adalah anak yang membawa rezeki.
Anak ini sangat menjaga nama baik dirinya, orangtua dan keluarga besarnya. Prestasi dan ukiran nama baik menjadi tolak ukurnya.
Bukan anak yang memancing rasa susah, kegalauan, kesedihan, ratapan, umpatan bahkan keluarnya sumpah orangtua padanya.
Itulah 9 ciri anak yang membawa rezeki bagi orangtuanya. Anak itu karunia dan rezeki Ilahi, diberikan pada orang-orang yang terpercaya untuk menjadi orangtua. Tidak semua orang diberi rezeki ini bukan?
Solusi agar anak dapat memenuhi ciri-ciri anak pembawa rezeki orangtua.
Mempunyai anak shaleh/shaleha dan membawa rezeki itu harus diupayakan.
Mulai dari proses pembuatanya yang menyertakan Allah di dalamnya.
Ucapan bismillah saat melakukan hubungan suami isteri dan doa yang dipanjatkan padaNya agar bila hubungan tersebut menghasilkan janin, akan diiringi rahmatNya.
Proses kelahiran, membesarkan dan mendidiknya dengan ilmu agama dan ilmu yang bermanfaat.
Senantiasa memantau perkembangan anak, menggiring ke jalan yang benar dan menariknya segera bila tercebur dalam kemaksiatan.
Senantiasa ada saat anak membutuhkannya. Sehingga setelah tua nanti anak akan selalu ada juga untuk dirinya.
Mendidik dengan pujian dan penghargaan serta meminimalkan hukuman.
Menjadikan diri teladan terpuji buat anak. Jangan menyebut-nyebut kebaikan dan jasa kepada anak.
Karena itu sudah semestinya dan menjadi tanggung jawab orangtua. Berusaha melindungi anak dari pengaruh luar yang membahayakan.
Berikan apa yang terbaik bagi tumbuh kembangnya. ASI sejak lahir sampai 2 tahun, makanan bergizi, merangsang kreativitasnya dan sosialisasinya.
Apabila ingin mempunyai anak saleh dan membawa rezeki, mulailah dari diri anda terlebih dahulu.
Jadilah manusia shaleh/shaleha yang akan menjadi contoh dan teladan bagi mahluk kecil yang murni jiwanya itu. Masa kecil anak hanya sekali, jadikan masa itu terindah baginya.
Semoga dengan artikel ini dapat menjadi ilmu orang tua dalam mendidik sang anak, semoga bermanfaat.
6. Mampu mengingatkan orangtuanya.
Sejatinya orangtualah yang harus mengingatkan anak agar senantiasa berada di jalan yang benar.
Namun orangtua juga manusia biasa yang penuh kelemahan dan kesalahan.
Anak yang baik akan mengingatkan orangtuanya bila cenderung melakukan dosa / maksiat dengan cara yang ma'ruf.
Hal itu dilakukan semata-mata sebab rasa cintanya pada mereka dan tak ingin mereka terus-menerus melakukan maksiat dan jadi penghuni neraka nantinya.
7. Senantiasa minta doa dan restunya.
Apapun yang hendak dilakukannya, sejak dari kecil bahkan setelah dewasa, sukses dan sudah berkeluarga kebiasaan meminta doa restu orangtuanya tidak pernah dilupakannya.
Sebab dia paham restu orangtua adalah merupakan tiket untuk mempercepat dan memudahkan rezekinya.
Senantiasa melibatkan orangtua dalam setiap keputusan penting yang akan dibuatnya.
Sebelum ujian, hendak mendaftar ke sekolah yang lebih tinggi, memilih calon pendamping, hendak menikah, hendak memulai usaha dan sebagainya.
8. Tak pernah lupa mendoakan orangtuanya.
Anak yang shaleh/shaleha tidak pernah lupa menyertakan orangtuanya dalam setiap doa-doanya.
Dia ingin Allah menjaga, mengasihi, memberi kekuatan, kesehatan pada mereka seperti halnya yang dilakukan orangtuanya saat dirinya kecil.
Dia memohon agar Allah menjaga hatinya untuk tetap senantiasa berbuat baik pada keduanya.
9. Selalu menceriakan hati orangtuanya.
Anak-anak ialah rezeki dan keceriaan hati orangtuanya. Anak yang senantiasa menyenangkan dan menceriakan hati orangtua, selalu membuat bangga orang tua adalah anak yang membawa rezeki.
Anak ini sangat menjaga nama baik dirinya, orangtua dan keluarga besarnya. Prestasi dan ukiran nama baik menjadi tolak ukurnya.
Bukan anak yang memancing rasa susah, kegalauan, kesedihan, ratapan, umpatan bahkan keluarnya sumpah orangtua padanya.
Itulah 9 ciri anak yang membawa rezeki bagi orangtuanya. Anak itu karunia dan rezeki Ilahi, diberikan pada orang-orang yang terpercaya untuk menjadi orangtua. Tidak semua orang diberi rezeki ini bukan?
Solusi agar anak dapat memenuhi ciri-ciri anak pembawa rezeki orangtua.
Mempunyai anak shaleh/shaleha dan membawa rezeki itu harus diupayakan.
Mulai dari proses pembuatanya yang menyertakan Allah di dalamnya.
Ucapan bismillah saat melakukan hubungan suami isteri dan doa yang dipanjatkan padaNya agar bila hubungan tersebut menghasilkan janin, akan diiringi rahmatNya.
Proses kelahiran, membesarkan dan mendidiknya dengan ilmu agama dan ilmu yang bermanfaat.
Senantiasa memantau perkembangan anak, menggiring ke jalan yang benar dan menariknya segera bila tercebur dalam kemaksiatan.
Senantiasa ada saat anak membutuhkannya. Sehingga setelah tua nanti anak akan selalu ada juga untuk dirinya.
Mendidik dengan pujian dan penghargaan serta meminimalkan hukuman.
Menjadikan diri teladan terpuji buat anak. Jangan menyebut-nyebut kebaikan dan jasa kepada anak.
Karena itu sudah semestinya dan menjadi tanggung jawab orangtua. Berusaha melindungi anak dari pengaruh luar yang membahayakan.
Berikan apa yang terbaik bagi tumbuh kembangnya. ASI sejak lahir sampai 2 tahun, makanan bergizi, merangsang kreativitasnya dan sosialisasinya.
Apabila ingin mempunyai anak saleh dan membawa rezeki, mulailah dari diri anda terlebih dahulu.
Jadilah manusia shaleh/shaleha yang akan menjadi contoh dan teladan bagi mahluk kecil yang murni jiwanya itu. Masa kecil anak hanya sekali, jadikan masa itu terindah baginya.
Semoga dengan artikel ini dapat menjadi ilmu orang tua dalam mendidik sang anak, semoga bermanfaat.
